Los Angeles – Salah satu keuntungan menonton TV online adalah, penonton tak harus melihat banyak iklan. Namun kini, kemewahan itu sudah mulai terenggut.
CBS saja menampilkan dua kali lebih banyak iklan per acara di situsnya. Bahkan, jaringan CW menampilkan empat kali lebih banyak iklan. Puluhan acara dari jaringan kabel utama kini akan mencari iklan online sebanyak di TV.
Penonton online masih kecil dibanding televisi namun jumlahnya terus bertambah. Jaringan berharap, melalui iklan lebih banyak, mereka bisa mendapat uang sebanyak di TV. Hal ini benar-benar mengubah video online dari saat pertama muncul.
Saat ABC memasukkan episode penuh secara online pada 2006, penggemar bisa menonton drama itu tanpa perlu melihat iklan serial ‘Lost’ dan ‘Desperate Housewives’ dengan durasi 45 menit.
Membatasi iklan akan mencegah orang akses situs bajakan untuk menonton film. Selain itu, berkat internet, tv online bisa menjangkau audiens baru di tempat baru, seperti asrama perguruan tinggi dan kamar tidur remaja.
Kini, di saat khalayak online kian banyak, kesempatan membuat lebih banyak uang pun muncul. Video online telah membaik beberapa tahun terakhir berkat koneksi internet lebih cepat dan teknologi yang lebih baik.
Kemajuan ini membuat orang beralih dari TV biasa dan mulai menonton secara online. Beberapa situs, seperti ABC dan NBC mulai menawarkan berbagai episode baru serial buatannya secara online.
Jaringan lain menawarkan siaran olahraga online. Terbaru, NBC menyutujui membayar US$4,4 miliar (Rp37,5 triliun) untuk mendapat hak menyiarkan Olimpiade hingga 2020. Menonton serial kesukaan di komputer tentunya seperti memaksa Anda menonton iklan.
Namun, pada jaringan ini, Anda bisa ‘melompati’ bagian iklan itu. Bagi banyak orang, kenyamanan menonton kapanpun dan dimanapun membuat menonton siaran online tak sia-sia.
“Kini kami punya model yang membuat penonton nyaman melihat di Web atau TV,” ujar SVP pengembangan strategis CBS Zander Lurie. Sayangnya, perusahaan tak memberi rincian berapa banyak pendapatannya untuk tiap formatnya.
Jaringan siaran milik CBS dan Time Warner, CW, kini menampilkan empat iklan dalam jeda tertentu, jumlah ini sebanyak iklan di TV biasa. Bagi kedua jaringan ini, penonton online terus tumbuh dan mengisyaratkan, penonton tampak tak keberatan.
Contoh CBS dan CW menunjukkan, produksi TV beranggaran besar, setidaknya, berpotensi mengeruk banyak uang dari internet jika penonton tiba-tiba bergeser sepenuhnya ke online. Harian cetak dan perusahaan musik pun mengalami dilema serupa, beralih ke online.
Meski begitu, jaringan masih akan mendapat lebih banyak uang dari iklan TV dibanding Internet, terutama karena penonton online masih relatif kecil. Selain itu, jaringan juga masih mendapat bagian dari tagihan bulanan penonton untuk langganan TV kabel.
Video online berkembang pesat. Menurut perusahaan iklan online FreeWheel Media Inc, sebanyak sembilan miliar orang menonton video online dari klien seperti Fox, CBS dan Turner selama tiga bulan terakhir 2010, jumlah ini meningkat 50% dari kuartal sebelumnya.
Bagi jaringan, ada manfaat sampingan dari pertumbuhan iklan online. Jika pemirsa Internet menonton acara dengan iklan yang sama persis rekan-rekan TV lain, hal ini akan dihitung dalam peringkat pemirsa TV reguler Nielsen.
Artinya, saat jaringan mendekati pengiklan di tiap musim semi untuk menjual waktu komersial untuk barisan acara mendatang, mereka bisa menambah penonton online ke dalam jumlah total dan mendapat lebih banyak uang. “Hal ini sangat menarik. Dari sudut monetisasi, hal ini paling efektif,” ujar SVP Turner Broadcasting System Time Warner Jeremy Legg.
sumber: inilah.com

Tinggalkan Komentar Anda Disini

    Followers

    Tukar Link